Postingan

Pertemuan 13 Pricing Decision and Cost Management

Faktor utama yang memengaruhi penentuan harga 1. Pelanggan Memengaruhi penentuan harga dari segi permintaan, menentukan berapa barang yang akan laku terjual pada harga tertentu. 2. Kompetitor Memengaruhi penentuan harga melalui tindakan. Berapa harga yang ditetapkan oleh produsen lain akan memengaruhi penentuan harga dalam suatu perusahaan. 3. Biaya Memengaruhi penentuan harga dari segi penawaran terkait dengan biaya produksi. Harga suatu produk biasanya berbanding lurus dengan total biaya produksinya. 4. Pembobotan faktor pelanggan, kompetitor, dan biaya a. Perfectly Competitive Market Pada Perfectly competitive market, satu elemen dalam pasar, misalnya satu penjual tidak memiliki kendali untuk memengaruhi harga di pasar. Sebaliknya, penjual tersebut harus menerima harga pasar. Apabila penjual tersebut mematok harga yang lebih tinggi, maka barangnya tidak akan laku karena pelanggan lebih memilih membeli dari banyak penjual lainnya. Jika pen...

Pertemuan 12 Linear Programming in Cost Accounting

Konsep Dasar Linear Programmiing adalah metode untuk melakukan alokasi yang optimal atas sumber daya langka yang melibatkan one objective dan multiple limiting factors. Faktor restriksi dalam pencapaian suatub tujuan (objective) meliputi - The physical constraint yg berhubungan dengan ukuran dari fasilitas tertentu - Ukuran dari pekerja - Jam kerja pekerja yg dibolehkan bekerja - Ketersediaan dana Konsep Dasar Objective, Costraint, dan Fungsinya 1. Objective (Tujuan) Dapat berupa maksimalisasi atau meminimalisasi beberapa ukuran performa, seperti memaksimalkan kontribusi margin atau minimalisasi production cost 2. Constraint (Batasan) Hambatan dalam pencapaian tujuan. Dapat berupa sumber yg terbatas (kapasitas produksi, ketersediaan jam kerja, ruang) atau berupa permintaan atau pemasaran yg terbatas (persediaan habis selama periode waktu) 3. Fungsi atau formula Linear Programming Problem Step 1 Tentukan persamaan matematika dari suatu tujuan (objec...

Pertemuan 11 DIfferential Cost Analysis

Differential cost study atau Differential cost analysis adalah ilmu untuk menganalisis beberapa proyek atau aktivitas yang memiliki durasi kurang dari satu tahun apakah dapat diterima atau ditolak. Karena durasinya kurang dari satu tahun, maka konsep time value of money menjadi tidak relevan untuk diterapkan pada differential cost study. Ending point pada analisis ini berupa keputusan-keputusan penting antara lain: 1. Apakah menerima tambahan pemesanan? 2. Apakah menurunkan harga dari pemesanan khusus diperlukan? 3. Apakah membuat atau membeli barang? 4. Apakah sebuah fasilitas perlu untuk ditutup atau dilanjutkan? 5. Apakah sebuah produk harus dihentikan produksinya? 6. Apakah hasil produksi dijual atau diproses lebih lanjut? Sebuah aktivitas atau projek setidaknya terdiri dari cost dan revenue yang perlu kita lakukan sebuah perhitungan. *Dalam mempelajari DCA kita perlu mengingat salah satu prinsip pada mata kuliah Pengantar Akuntansi, yakni Matchi...

pertemuan 10 : Cost Volume Profit Analysis

Gambar
Cost Volume Profit Analysis  adalah analisis hubungan antara biaya, volume produk terjual, dan laba ketika salah satu variable tersebut dimanipulasi untuk menghasilkan nilai variable yang diinginkan. Inti dari CVP Analysis ini adalah : 1. Cost , yang meliputi DM, DL, FOH 2. Volume, yang merupakan cost driver berupa jumlah produk yang terjual 3. Profit, dimana profit bisa diatur maupun dimanipulasi kedalam keadaan BEP, maupun Profit dinaikkan lebih dari 0. Seorang manajer dapat menentukan target laba yang diinginkan atau menghitung besaran biaya maksimum kinerja perusahaan dengan menggunakan CVP Analysis ini. Hasil dari analisis ini hanyalah estimasi, yang mengandung deviasi, sehingga hasilnya tidak tentu akurat. Akan tetapi, analisis ini tetap bisa digunakan oleh perusahaan, daripada perusahaan menentukan target penjualan dengan cara asal-asalan. Asumsi-asumsi atau kriteria yang harus dipenuhi untuk melakukan CVP Analysis: 1. Seluruh biaya baik Manufacturing Cos...

Pertemuan 9 Direct Costing, Cost Volume Profit analisis

Gambar
Direct costing = variable costing = marginal costing : cost yang dibebankan ke produk adalah variable manufacturing cost saja (DM, DL, var FOH), sedangkan fixed manufacturing cost (fixed FOH) menjadi period expenses. Apabila fixed FOH juga dibebankan ke produk: absorption costing/full costing/conventional costing Contribution margin  (Marginal income) = sales – variable cost (manufacturing + nonmanufacturing) Ilustrasi   Efek direct costing pada income statement Ilustrasi: QST Co. memproduksi satu macam produk dengan kapasitas normal 20.000 unit per triwulan.  Data:     Material variances, labor variances, dan FOH controllable variance: Variance dianggap tidak material dan ditutup ke COGS. WIP awal dan akhir nol. Standard cost digunakan untuk menghitung finished good. Standar cost tahun ini sama dengan tahun lalu. Finished good awal 4.000 unit.