Pertemuan 3; Ch. 16 Budgeting: Capital Expenditures, Research and Development Expenditures, and Cash; PERT/Cost

Anggaran belanja modal 
Belanja modal adalah komitmen jangka panjang atas sumber daya untuk merealisasikan manfaat masa depan. atau Adalah penganggaran dana yang dilakukan perusahaan guna mendapatkan asset jangka panjang (kegunaannya lebih dari satu tahun akuntansi).
Contohnya: Mesin, Kendaraan bermotor, Bangunan, dan Lahan

Research and Development Budget
Research, adalah upaya yang dilakukan dalam rangka mendapatkan pengetahuan berharga yang mana outputnya untuk Menghasilkan produk baru atau Meningkatkan kinerja produk yang sudah ada.
Contohnya: Perusahaan otomotif baru Wuling Motors sebelum memasarkan produknya telah melakukan survey mengenai preferensi kebutuhan kendaraan masyarakat Indonesia untuk berkompetisi dengan perusahaan otomotif lain (Resarch)

Development, adalah realisasi dari research yang telah dilakukan.
Contohnya:  Setelah mengetahui preferensi kebutuhan masyarakat Indonesia yaitu Low cost dan Rich Features, Wuling kemudian mengembangkan produk barunya Wuling Confero sampai firm sehingga siap untuk dipasarkan (Development)
Penganggarannya sendiri karena menunjukkan ketidakpastian dibebankan pada Period Cost. 

Bentuk anggara riset dan pengembangan

Cash Budget
Berisi estimasi dari Kas Masuk (receipt) dan Kas Keluar (disbursement) untuk periode yang dianggarkan.
Contoh (Tabel 1):

Kas Masuk (Cash Receipt)
Sumber utamanya berasal dari penjualan tunai dan penagihan piutang
Estimasinya berdasarkan sales budget dan pengalaman perusahaan dalam menagih sebelumnya.


Kas Keluar (Cash Disbursement)
Sumber utamanya berasal dari COGM budget, Capital Expenditure budget, serta treasurer's budget.
Tidak boleh berisi item akrual,  harus dahulu dijadikan cash basis.
contoh labor payment


Contoh Material Purchase



Zero-Base Budgeting
Adalah setiap kali melakukan penganggaran, saldo harus kembali dimulai dari nol. Anggaran tidak boleh didasarkan pada periode sebelumnya.

PERT / Critical Path Method
PERT adalah diagram probabilitas yang menghubungkan satu aktivitas dengan aktivitas yang lain. Digunakan untuk mengevaluasi waktu dan biaya sehingga kegiatan yang dilakukan dapat dikerjakan secara efektif dan efisien.
PERT digunakan saat organisasi melakukan suatu projek. Yaitu kegiatan yang tidak rutin dan memiliki starting dan ending point.

Istilah-istilah yang digunakan yaitu :
Earliest Expected time : Titik tempuh yang telah dilalui sebelumnya
Latest Allowable time : Waktu paling lambat untuk memulai aktivitas
Slack time : Waktu luang atau Jeda
Critical Path : Jalur yang membutuhkan waktu tempuh paling lama
Time Estimated : (Time Optimistic + 4 Time Most likely + Time Pesimistic) / 6

Contoh diagram PERT


Informasi terkait PERT :
  1. Jalur yang ada tidak boleh diperpendek lagi jaraknya karena akan mengorbankan kualitas ketika dilakukan. Tidak boleh juga diperpanjang karena kegiatan akan menjadi tidak efisien.
  2. Proses kegiatan dilakukan secara bersamaan sehingga Starting point dan Ending pointnya sama, terlepas dari jalur yang dipilih.
  3. Latest Allowable time (LF) dapat dihitung dengan Critical Path – Time Estimated Kegiatan selnjutnya.
Sumber :
buku akuntansi biaya, Carter
dll

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan 1 Costing By product & Join Product

Pertemuan 9 Direct Costing, Cost Volume Profit analisis

Pertemuan 13 Pricing Decision and Cost Management