Pertemuan 6 ; Standard Costing: Setting Standard and Analyzing Variances
Chapter 18 dan Chapter 19
Cost Accounting 14th Edition by Carter
Standard Costing: Setting Standard and Analyzing Variances
Cost Accounting 14th Edition by Carter
Standard Costing: Setting Standard and Analyzing Variances
Berdasarkan ilustrasi dari buku Cost Accounting 14th Edition by Carter dan Materi dari Bapak Didik Kurniawan,
A. Pencatatan Direct Material
Dalam mencatat DM ada 3 Method:
1. Method 1: Materials are recorded at standard Price
Dalam mencatat DM ada 3 Method:
1. Method 1: Materials are recorded at standard Price
Pencatatan pada saat membeli Raw Material Pencatatan atas Jurnal Pembelian
Material dinilai pada Standar Rate/Price (10.000 X $7,5/Unit), Kemudian Account Payable bertambah 74.400 (Berdasarkan Kondisi Riil yang dibayarkan), Sehingga selisihnya merupakan Material Purchase Price Variance sebesar 600.
Pencatatan pada saat penggunaan (Unit Used).
Pada Saat Penggunaan (Unit Used) karena kita menggunakan Standar Costing maka yang kita bebankan pada Work In Process adalah sebesar 70.020, karena sebelumnya kita sudah mencatat berdasarkan SR maka pada saat mencatat penggunaan materials kita mengkreditkan sebesar 71.250, Selisihnya merupakan Material Efficiency Variance.
2. Method 2 : Materials are recorded at Actual Price (AR) as the payment
Karena kita mencatat menggunakan metode Actual Price maka kita mencatat sesuai dengan kondisi riil yang mana Materials dan Account Payable sebesar 74.400.
WIP yang dibebankan Tetap 70.020 tidak berubah, pengurangan materials sbesar 70.680 karena kita menggunakan metode actual price, kemudian mendebit Material Material Efficiency Variances Sebesar 1.230 dan Mengkredit Material Usage Price Variance.
3. Method 3 : Materials are Recorded at Standard Price (SR) and Variances Adjustment.
B. Pencatatan Direct Labor (Dijelaskan di Pertemuan Ke-5)
C. Penghitungan Variance untuk Factory Overhead
Normal Capacity/Full Capacity -> based on beginning computation (on paper)
Actual Capacity -> based on riil condition
Mesin dengan Kapasitas Maksimal 10.000 MH apabila:
Normal Capacity/Full Capacity -> based on beginning computation (on paper)
Actual Capacity -> based on riil condition
Mesin dengan Kapasitas Maksimal 10.000 MH apabila:
- Actual Capacity melebihi 10.000 MH maka artinya mesin dipaksa bekerja lebih dari kapasitas maksimumnya. Hal ini akan Menguntungkan pada Jangka Pendek, tetapi dalam Jangka Panjang mesin akan cepat rusak.
- Actual Capacity kurang dari 10.000 MH maka terjadi inefisiensi atau pemborosan, karena mesin tidak dimanfaatkan secara maksimal.
B. FIXED FOH (F-FOH)
C. TOTAL FOH
D. Menutup Akun Variances
1 Menutup langsung ke akun COGS atau Income Summary, dengan ketentuan apabila nilainya kecil atau tidak material.
1 Menutup langsung ke akun COGS atau Income Summary, dengan ketentuan apabila nilainya kecil atau tidak material.
2. Ditutup ke Inventory secara Proporsional
1.Materials -> Mengalokasikan Materials Purchase Price Variance yang tidak digunakan ke dalam Raw Material (RM)
2.Mengalokasikan Variances yang lain kedalam Inventory yakni WIP, FG, COGS, Secara Proporsional
Komentar
Posting Komentar