Pertemuan 8 ; Cost behavior analisis

A. Classifying Cost 
1. Fixed Cost
Adalah biaya yang tidak berubah walaupun ada penurunan atau kenaikan aktivitas dalam relevant range.

2. Variable Cost
Adalah biaya yang berubah sejalan dengan perubahan aktivitas dalam relevant range. (gambar)

3 Semivariable Cost
Memiliki karakteristik fixed dan variable.
Penyebab:
  1. Adanya jumlah minimum yang dipertahankan (contoh: supplies).
  2. Pengklasifikasian akuntansi, contoh listrik untuk penerangan (tetap) digabung dengan listrik untuk produksi (variable) (gambar)

B. Separating Fixed and Variable Cost
Mengapa perlu menetapkan fixed dan varible cost?
Untuk merencanakan, mengontrol, mengukur atau mengevaluasi aktivitas pada berbagai tingkat biaya harus dipisahkan antara biaya fixed dan variable.
  • Data yang digunakan: data histories
  • Buang: data yang abnormal
  • Koreksi: perbedaan kondisi antar periode (contoh: mesin baru, inflasi)
 
 


Scattergraph Method 
  1. Cost yang dianalisa (dependent variable) ditempatkan pada sumbu vertical (sb y).
  2. Aktivitas yang terkait (independent variable) ditempatkan pada sb horizontal (sb x).
  3. Lebih baik daripada high and low point method karena menggunakan lebih banyak data.
  4. Masih bisa bias karena penarikan garis untuk menetapkan fixed cost berdasarkan
    interpretasi.
  5. Bisa mengetahui apakah ada hubungan linear antara biaya dan aktivitas.
  6. Bisa mendeteksi data yang abnormal (gambar) 
Rata-rata biaya – fixed elemet = rata-rata variable element
$570 - $440 = $130
Variable cost = rata-rata variable element / rata-rata jam kerja
$130 / 35.000 jam = $0,0037 per jam 

Method of Least Squares (metode kuadrat terkecil)
Didasarkan pada persamaan garis lurus y = a + bx

 

 

Menetapkan Korelasi
Dengan scattergraph apabila terdapat korelasi yang sempurna, maka semua titik menempel pada garis.

Koefisien korelasi (correlation coefficien) = r
Mengukur hubungan antara dua variable, seberapa besar perubahan x mempengaruhi perubahan y. Semakin mendekati 1/-1 hubungannya semakin kuat.
 
Koefisien determinasi (coefficient of determination) = r2
Menunjukkan persentase perubahan variable dependent dipengaruhi oleh perubahan variable independent. 

 

Jika r2 = 0,24 artinya 24% perubahan biaya listrik berhubungan dengan perubahan jam mesin. Artinya terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi besarnya biaya listrik.

Standard Error of the Estimate = s’
Merupakan ukuran seberapa jauh angka-angka biaya aktual menyimpang dari estimasi biaya. Standar error kecil berarti baik. Apabila r2 = 1 maka standard error = 0.
Manajemen dapat menggunakan konsep ini untuk menetapkan tingkat keyakinan untuk tingkat penyimpangan biaya actual yang perlu mendapat tindak lanjut. 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan 1 Costing By product & Join Product

Pertemuan 9 Direct Costing, Cost Volume Profit analisis

Pertemuan 13 Pricing Decision and Cost Management